Gemilang Budaya Bireuen Diwarnai Teot Beude Trieng Dan Vaksinasi

 


Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Polres Bireuen, mengelar Gemilang Budaya Bireuen "The Light of Paradise Land", di lapangan Paya Kareung, Kamis, 11 November 2021.

Festival ‘Teot Beude Trieng’ atau meriam bambu yang digelar di lapangan bola kaki Paya Kareung, Peusangan, yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, berakhir pada hari yang sama sekira pukul 17.00 WIB. 

Hasilnya, juara pertama diraih tim dari Kecamatan Juli perolehan nilai 1249,

Sedangkan juara H Mukhlis diraih oleh tim Jangka, perolehan nilai 1235 dan juara ketiga diduduki Kecamatan Simpang Mamplam dengan nilai 1202. Harapan panitia bagi yang berhasil meraih juara hendaknya menyisihkan kepada anak yatim yang ada di kecamatan masing masing,

Festival tersebut diikuti utusan dari 17 kecamatan, di mana setiap kecamatan hanya dibolehkan enam peserta, sedangkan dewan juri dari Pidie.

Pada saat bersamaan, juga digelar vaksinasi massal sebagai partisipasi dari PT. Takabeya Perkasa Grup dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19 bagi warga Bireuen. 

Vaksinasi massal dilaksanakan pada dua tenda yang disediakan panitia dan melibatkan tim medis dari Puskesmas Kota Juang dan Polres Bireuen. 



Direktur PT. Takabeya Perkasa Group, H Mukhlis, Amd, SH mengatakan, Festival ‘Teut Beude Trieng’ itu merupakan rangkaian dari Festival Budaya Bireuen, sekaligus bagian dari memperingati Hari Pahlawan tahun ini.

Festival tersebut diikuti utusan dari 17 kecamatan, di mana setiap kecamatan hanya dibolehkan enam peserta, sedangkan dewan juri dihadirkan dari Kabupaten Pidie dan Pijay,

Selain itu juga gebyar vaksin PT. Takabeya pada hsri yang sama, Kamis (11 November 2021) turut disediakan gratis dua tiket umroh, dan satu sepeda motor untuk pejuang vaksinasi yang beruntung itu murni uang PT Takabeya di karnakan dari DKA tidak ada dana,

"Hadiah diundi tanggal 13 November 2021 di Pendopo Bupati Bireuen," kata Ketua DKA Bireuen, H Mukhlis, AMd SH.

Dijelaskan, festival budee trieng digelar untuk menggali semangat kepahlawanan di tengah Pandemi Covid-19, Sebagai satu warisan budaya yang terdapat di beberapa daerah di Aceh.

Teot bude trieng (meriam bambu), meskipun beberapa tradisi lain mulai hilang digerus masa dan generasi sekarang mungkin menganggapnya aneh, Namun untuk tradisi satu ini masih begitu populer dan di pertahankan masyarakat Aceh tutup  H Mukhlis.

Editor ;(Ipul Sj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mesjid Aceh dan tantangan masa depan

Motor Terbang Mulai Di Pasarkan

Maulidurrasul Di Desa Pulo Kito Di Hadiri Bupati Bireuen